Suatu hari dalam sebuah perjalanan di sekitaran bali utara, saya mampir di kebun cengkeh di daerah pegunungan munduk. ada rasa bahagia yang tulus timbul dengan menikmati kehidupan masyarakat bali utara. rasa yang kemudian membawa saya pada karya seperti berikut.
Ada cerita di kebun cengkeh, di suatu hari di bulan Juli, hari yang dingin meski sudah jam sepuluh pagi
Ada cerita di kebun cengkeh, di bawah sinar matahari Bali yang sinarnya menggeliat di antara rimbun kanopi
Ketika sedang aku berkeliling, ada yang mencutik kesadaranku, sepert seorang asing bagiku, yang eksotik buatku, sedang sibuk dia memipil bunga-bunga, tak dihiraukannya aku
Rasa penasaran menggiring pikiranku, juga rasa kagum akan wajah bening dan tulang pipi yang menarik
Anak bayi molor di pahanya, sudah berapa lama mereka duduk begitu?
Mungkin alisnya yang tebal, mungkin matanya yang teduh, mungkin juga rambutnya yang hitam kecoklatan, atau mungkin keliatan dan kemandirian di gerak geriknya
Ada cerita di kebun cengkeh tentang seorang perempuan dari desa Banyuseri
Yang dalam hati kunamai dia Dedari.